Timnas Putri Mundur dari AFF Jadi Tanda PSSI Tak Serius

Timnas Putri Mundur dari AFF Jadi Tanda PSSI Tak Serius

TVOne Sport – Timnas putri Indonesia U-15 diketahui mundur dari Piala AFF yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Mantan manajer Timnas U-16, Putri Lasmi Indaryani menyebutkan bahwa PSSI tidak serius dalam mempersiapkan tim. Hal ini ia rasakan ketika menjadi manajer Timnas Putri U-16 pada tahun lalu. Saat itu, ia ditunjuk menjadi manajer satu bulan

TVOne Sport – Timnas putri Indonesia U-15 diketahui mundur dari Piala AFF yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Mantan manajer Timnas U-16, Putri Lasmi Indaryani menyebutkan bahwa PSSI tidak serius dalam mempersiapkan tim.

Hal ini ia rasakan ketika menjadi manajer Timnas Putri U-16 pada tahun lalu. Saat itu, ia ditunjuk menjadi manajer satu bulan sebelum pertandingan akan digelar.

“Ini karena persiapan yang tidak cukup matang. Saya dulu bahkan ditunjuk 1 bulan sebelum pertandingan. Bahkan pemain dan pelatih sudah dipilih sebelum saya jadi manajer,” kata Lasmi saat dikonfirmasi hari Sabtu (06/04/19).

Bahkan ketika dirinya menjadi manajer, semua keputusan masih di tangan Papat Yunisal sebagai manajer timnas putri senior. Lasmi mengaku sebagai manajer dirinya hanya menanggung mengenai masalah anggaran training camp.

“Semua keputusan tetap ditangan ibu Papat Yunisal. Saya hanya sumbangsih untuk anggaran TC di Banjarnegara,” sambungnya.

Laksmi tidak memungkiri jika timnas putri saat ini memang mengalami kekurangan anggaran. Namun, dia juga menyoroti PSSI yang tidak mempersiapkan tim dengan matang ketika menghadapi sebuah turnamen, terutama mengenai masalah anggaran.

“Kalau yang saya rasakan, Timnas Putri memang sedang kurang anggaran. Tetapi, di saat kekurangan anggaran, juga tidak ada yang mengatur dengan baik.”

Lasmi turut menyampaikan pengalamannya menjadi manajer Timnas Putri U-16. Awalnya, ia ditawari oleh Tika, Mbah Pri (Priyanyo) dan Johar Lin Eng untuk menjadi manajer Timnas Putri U-16.

“Awalnya disampaikan saya hanya akan menyiapkan tempat menginap dan makan atlet serta official selama 2 minggu. Saat itu kata Tika, membutuhkan sekitar Rp 30 juta kemudian langsung saya sanggupi,” katanya.

Kemudian, Papat Yunisal datang ke Banjarnegara untuk membuat rincian anggaran. Namun jumlahnya tiba-tiba membengkak dari Rp 30 juta menjadi Rp 300 juta karena TC menjadi 30 – 40 hari.

“Saat itu, Papat Yunisal menjanjikan PSSI akan mengembalikan sebesar 50 persen dari dana yang sudah saya keluarkan. Namun sampai sekarang 1 persen pun belum dikembalikan,” demikian dia.

TVOne Sport

 

Baca Juga :

Terhalang Anggaran, Timnas Indonesia Putri U-15 Harus Mundur dari Piala AFF

Hadapi Kalteng Putra, Arema Diminta Main Sabar

TvOne Sport
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos