Damian Lillard Bertahan di Portland atas Keinginannya Sendiri

Damian Lillard Bertahan di Portland atas Keinginannya Sendiri

TVONESPORT – Pemain bintang NBA berbondong-bondong pindah ke tim lain pada musim panas 2019 ini. Mereka berusaha membentuk kekuatan baru untuk mendominasi kompetisi. Namun, garda Portland Trail Blazers Damian Lillard punya jalan berbeda dari yang lain. Ia menolak mengikuti arus dan memilih bertahan di Portland, Oregon, Amerika Serikat. Lillard mengungkapkan bahwa keputusannya untuk bertahan itu

TVONESPORT – Pemain bintang NBA berbondong-bondong pindah ke tim lain pada musim panas 2019 ini. Mereka berusaha membentuk kekuatan baru untuk mendominasi kompetisi. Namun, garda Portland Trail Blazers Damian Lillard punya jalan berbeda dari yang lain. Ia menolak mengikuti arus dan memilih bertahan di Portland, Oregon, Amerika Serikat.

Lillard mengungkapkan bahwa keputusannya untuk bertahan itu merupakan keinginannya sendiri. Ia ingin bertahan selama mungkin di Portland untuk membela Blazers sampai juara. Lillard bahkan berencana untuk pensiun di sana sebagai seorang legenda. Blazers kemudian meresponnya dengan menyodorkan kontrak supermaksimal lima tahun senilai AS$196 juta pada musim panas ini.

“Saya ingin menjadi satu-satunya bintang yang bertahan di sini,” kata Lillard.

“Saya ingin menjadi orang yang mewujudkan semua hal itu, dan kemudian menjadi bagian dari kebangkitan tim.”

Kendati berbeda jalan, Lillard mengaku tidak masalah dengan keputusan pemain lain yang memutuskan pindah dan membentuk kekuatan baru. Ia mafhum seandainya para pemain itu ingin menapaki jalan kariernya sendiri, sebab ia pun begitu. Ia memilih menapaki jalan kariernya sebagai seorang Blazers.

Lillard sudah membela tim itu sejak 2012. Selama tujuh tahun di sana, ia menjelma pemain penting dalam sejarah tim. Lillard bahkan mampu menjadi pencetak angka kedua terbanyak dengan torehan total 12.909 poin. Ia hanya kalah sekitar 5131 poin dari Clyde Drexler yang berada di puncak daftar pencetak angka.

Seandainya Lillard terus produktif sampai empat atau lima tahun ke depan, ia bisa saja melewati pencapaian Drexler. Sampai sini saja ia sudah bisa disebut pemain legendaris. Sayangnya, Lillard belum mampu mengantarkan Blazers ke podium juara. Ia ingin melakukan itu secepatnya.

Baca Juga:

Shai Gilgeous-Alexander: Saya Bukan Russel Westbrook
Ja Morant: Saya Sudah Sehat 100 Persen

TvOne Sport
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos